banner 728x250

Prabowo Resmikan GERINA Bareng Ustadz Adi Hidayat

  • Bagikan
banner 468x60

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Gerakan Indonesia Menanam (GERINA) bersama ulama kharismatik Ustadz Adi Hidayat pada Selasa, 23 April 2025 di Banyuasin, Sumatera Selatan. GERINA merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan bercocok tanam berbasis teknologi, nilai-nilai spiritual, dan budaya gotong royong.

Peluncuran GERINA menjadi momentum penting dalam transformasi pembangunan pertanian Indonesia yang selama ini masih tergantung pada impor bahan pangan pokok. Prabowo dalam pidatonya menyebut GERINA sebagai upaya menyeluruh untuk membangun kemandirian pangan dari desa, oleh rakyat, dan untuk bangsa.

Example 300x600

Latar Belakang GERINA

GERINA lahir dari keprihatinan mendalam terhadap fluktuasi harga pangan dan ketergantungan Indonesia pada impor. Program ini digagas oleh Ustadz Adi Hidayat, tokoh agama yang dikenal aktif dalam dakwah kemasyarakatan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Ia menyampaikan bahwa GERINA bukan hanya gerakan pertanian, melainkan juga gerakan spiritual dan sosial.

Konsep ini kemudian mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang menginstruksikan agar program ini menjadi gerakan nasional dengan dukungan lintas kementerian, BUMN, dan swasta.


Tiga Pilar Utama GERINA

Gerakan Indonesia Menanam dibangun atas tiga fondasi utama:

  1. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
    GERINA mendorong literasi pertanian melalui pelatihan, penyuluhan, dan modul digital untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan santri.

  2. Teknologi dan Inovasi
    Program ini memanfaatkan teknologi terkini seperti drone tanam, irigasi tetes otomatis, dan sistem tanam terapung (Si Opung) untuk mengatasi keterbatasan lahan dan sumber daya.

  3. Nilai Nasionalisme dan Kebersamaan
    GERINA berupaya menghidupkan kembali semangat gotong royong serta cinta tanah air melalui aktivitas tanam bersama di berbagai provinsi secara serentak.


Peluncuran di Banyuasin: Simbol Kebangkitan Desa

Acara peluncuran GERINA berlangsung di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Banyuasin, sebuah kawasan yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi Sumatera Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo dan Ustadz Adi Hidayat menanam bibit padi secara simbolis, disaksikan oleh ribuan warga, petani, pelajar, dan tokoh masyarakat.

Prabowo menyampaikan bahwa swasembada pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga soal kedaulatan dan kehormatan bangsa. “Negara besar tidak boleh lapar. Dan negara besar tidak boleh tergantung pada bangsa lain untuk makan,” tegasnya.


Peran Strategis Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa GERINA adalah wujud dakwah bil hal—dakwah melalui perbuatan nyata. Ia ingin umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia sadar bahwa menjaga ketahanan pangan adalah bagian dari ibadah sosial yang mulia. Menurutnya, setiap pohon yang ditanam bukan hanya menghasilkan buah, tapi juga pahala dan manfaat luas untuk generasi berikutnya.

“Menanam itu sedekah. Tanah yang kita olah, air yang kita alirkan, dan hasil panen yang kita bagi—semua itu bentuk dari keberkahan hidup berbangsa,” ujar Ustadz Adi.


Dukungan Lintas Sektor

Program GERINA mendapat dukungan besar dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Desa PDTT, serta Kementerian Riset dan Teknologi. Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun untuk mendukung pelatihan petani, pengadaan alat pertanian modern, dan pembangunan infrastruktur penyimpanan hasil panen.

Selain itu, sejumlah pesantren dan sekolah juga terlibat sebagai pusat pelatihan pertanian berbasis spiritualitas. Pesantren dipilih karena memiliki jaringan luas, sistem pembelajaran, dan peran penting dalam masyarakat desa.


Respons Masyarakat dan Media Sosial

Gerakan ini langsung viral di media sosial dengan tagar #GERINA2025 dan #MenanamUntukBangsa. Ribuan warganet mengunggah foto aktivitas menanam di pekarangan rumah, lahan kosong, hingga pot tanaman sebagai bentuk dukungan. Tokoh publik, influencer, hingga artis juga ikut menyuarakan pentingnya swasembada pangan melalui konten edukatif.

Antusiasme tinggi ini menunjukkan bahwa GERINA tidak hanya menyasar sektor pertanian, tapi juga membangkitkan semangat nasionalisme baru melalui tindakan kolektif rakyat.


Tantangan dan Harapan

Meski GERINA disambut dengan optimisme, tantangan tidak bisa dihindari. Beberapa daerah masih kesulitan air, akses bibit unggul terbatas, dan ada resistensi dari petani tradisional terhadap teknologi baru. Namun, Prabowo menegaskan bahwa semua tantangan itu akan dijawab dengan solusi nyata.

Pemerintah juga tengah menyiapkan aplikasi digital “GERINA Smart” yang memungkinkan masyarakat melaporkan hasil tanam, mengakses pelatihan online, dan mendapatkan bantuan secara transparan.


Kesimpulan

Peluncuran GERINA oleh Prabowo Subianto dan Ustadz Adi Hidayat menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan bangsa. Bukan hanya soal pertanian, tetapi soal nilai, semangat, dan tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Dengan kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan rakyat, GERINA membuka babak baru menuju Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat di sektor pangan. Dari desa, untuk Indonesia Raya.

Jangan lupa baca artikel selanjutnya : Uang untuk Serang Kejagung ? Direktur JAK TV Diusut

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *