banner 728x250

Jajanan Tahun 90-an yang Bikin Ingat Masa Kecil Bahagia

  • Bagikan
banner 468x60

Kembali ke Masa Emas Sekolah Dasar

Siapa yang tak rindu masa-masa istirahat sekolah dengan uang jajan seribu rupiah di tangan? Suasana halaman sekolah yang ramai, suara pedagang memanggil, dan aroma gorengan yang menggoda — semua jadi bagian dari kenangan manis masa kecil. Ya, jajanan anak sekolah tahun 90-an bukan sekadar makanan, tapi juga simbol kebahagiaan sederhana.

Jajanan anak sekolah tahun 90-an punya keunikan tersendiri. Rasa yang sederhana, harga yang ramah di kantong, dan bentuk yang kreatif membuatnya tak tergantikan. Kini, di tengah menjamurnya jajanan modern, kenangan itu tetap hidup di benak banyak orang yang tumbuh besar di era tersebut.

Example 300x600

1. Ciki-Cikian Seribu Rasa yang Melegenda

Salah satu ikon utama jajanan anak sekolah tahun 90-an adalah aneka ciki-cikian. Siapa yang tak kenal Cheetos, Chiki Balls, Jet-Z, atau Taro? Bahkan ada ciki-ciki lokal tanpa merek terkenal tapi rasanya tetap bikin ketagihan.

Anak-anak biasanya memilih ciki berdasarkan rasa dan bonus di dalamnya. Kadang ada mainan kecil, kartu bergambar tokoh kartun, atau stiker Power Rangers yang jadi rebutan. Sensasi membuka bungkusnya saja sudah seperti membuka kejutan besar.

Tak hanya itu, beberapa ciki seperti Mie Lidi, Mie Gemez, atau Anak Mas bahkan dimakan mentah langsung dari bungkusnya — sensasi kriuk dan bumbunya yang gurih membuatnya selalu dirindukan.


2. Es Warna-Warni: Manis, Murah, dan Menyegarkan

Di siang hari yang panas, tidak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati es warna-warni. Mulai dari es mambo, es serut sirup merah, hingga es lilin kacang hijau, semuanya jadi primadona.

Anak-anak berbaris di depan gerobak kecil, menunggu giliran membeli es dengan harga seratus atau dua ratus rupiah. Rasa manis yang sederhana dan warna-warna mencolok membuat jajanan ini terasa istimewa.

Beberapa penjual bahkan membuat es pelangi, dengan tiga warna berbeda dalam satu bungkus plastik. Meskipun tampilannya sederhana, rasa segarnya masih melekat di ingatan banyak orang hingga sekarang.


3. Jajanan Gorengan: Teman Setia Saat Istirahat

Tak lengkap rasanya membahas jajanan anak sekolah tahun 90-an tanpa menyebut gorengan. Ada tahu isi, bakwan, tempe mendoan, hingga risoles isi bihun. Semua disajikan di kertas minyak dengan sambal kacang cair atau saus botolan merah menyala.

Biasanya, anak-anak berkumpul di dekat wajan besar sambil memilih gorengan yang baru matang. Harganya? Cuma seratus hingga dua ratus rupiah per potong! Walau terkadang minyaknya hitam pekat, tapi rasa gurihnya tetap tak tertandingi.

Kini, gorengan seperti ini masih ada, tapi sensasi membelinya di depan sekolah sambil menunggu bel masuk adalah hal yang tak bisa diulang.


4. Permen dan Cokelat: Kecil tapi Penuh Cerita

Permen adalah simbol kebahagiaan kecil di masa 90-an. Siapa yang ingat Permen Yosan dengan huruf di dalam bungkusnya? Anak-anak berlomba mengumpulkan huruf Y-O-S-A-N untuk ditukar hadiah — walau jarang ada yang benar-benar dapat.

Selain Yosan, ada Permen Karet Kuda Terbang, Kapal Api, Tango Choco Bar, dan Cokelat Payung yang terkenal murah meriah. Bahkan Permen Rokok juga sempat populer — sebatang permen panjang yang dikemas menyerupai rokok sungguhan, seolah membuat anak kecil merasa “dewasa”.

Makanan manis ini bukan cuma camilan, tapi bagian dari permainan dan kebersamaan di masa sekolah.


5. Jajanan Basah: Kue Tradisional di Balik Meja Kantin

Di balik keseruan ciki dan es, jajanan basah juga tak kalah populer. Kue cubit, kue lumpur, onde-onde, serabi, hingga lemper sering jadi pilihan anak-anak yang ingin kenyang lebih lama.

Kue cubit, misalnya, selalu menarik perhatian karena aromanya yang menggoda. Anak-anak biasanya minta setengah matang, dengan bagian tengah yang masih lembek dan manis.

Beberapa kantin sekolah bahkan punya kue khas buatan ibu kantin yang selalu dinanti setiap hari. Rasanya tidak pernah sama antara satu sekolah dan sekolah lain — itulah daya tarik kuliner 90-an yang penuh keunikan.


6. Minuman Legendaris: Dari Susu Kental Hingga Sirup Warna Neon

Minuman anak sekolah tahun 90-an juga tak kalah ikonik. Ada Susu Bendera sachet, Nutrisari dalam plastik, hingga sirup Marimas berbagai rasa. Kadang penjual menambahkan es batu besar dari balok es, lalu mencampurkannya ke dalam gelas plastik yang disegel dengan lilin.

Ada juga minuman berkarbonasi murah seperti Club Soda kecil atau minuman rasa jeruk dalam botol kaca yang kini hampir punah. Bagi anak 90-an, meneguk minuman manis dingin setelah bermain di lapangan adalah kebahagiaan sejati.


7. Jajanan Kreatif Buatan Anak Sekolah Sendiri

Tak jarang, anak-anak juga membuat jajanan sendiri untuk dijual. Misalnya es campur plastik, mangga muda bumbu rujak, kerupuk pedas bubuk cabe, atau telur gulung versi rumahan.

Dengan modal kecil, mereka belajar berdagang dan berkreasi. Fenomena ini juga memperlihatkan semangat wirausaha kecil yang alami di kalangan anak-anak 90-an.

Kreativitas ini yang membuat jajanan anak sekolah tahun 90-an terasa lebih hidup dan otentik dibandingkan jajanan pabrikan masa kini.


8. Suasana yang Tak Akan Terulang Lagi

Lebih dari sekadar makanan, yang membuat jajanan anak sekolah tahun 90-an begitu membekas adalah suasananya. Ramai, sederhana, tapi penuh tawa.

Belum ada gadget, belum ada media sosial, semua interaksi terjadi langsung. Anak-anak berbagi gorengan, saling mencicipi permen, dan tertawa tanpa beban.

Kini, jajanan boleh saja lebih modern dan higienis, tapi rasa kebersamaan dan kenangan itu sulit tergantikan.


9. Fenomena “Comeback” Jajanan 90-an di Era Modern

Menariknya, beberapa tahun terakhir banyak jajanan anak sekolah tahun 90-an yang kembali naik daun. Banyak kafe dan toko makanan yang menjual ulang produk nostalgia seperti Chiki Balls, Permen Yosan, hingga Es Mambo versi kekinian.

Konten media sosial juga membantu menghidupkan nostalgia ini. Generasi 90-an yang kini sudah dewasa ikut mengajak anak-anak mereka merasakan jajanan masa kecil mereka dulu. Fenomena ini menunjukkan bahwa kenangan rasa memang tidak pernah benar-benar hilang.


10. Kenangan yang Layak Dilestarikan

Jajanan anak sekolah tahun 90-an bukan sekadar makanan ringan — ia adalah bagian dari identitas budaya populer Indonesia.

Setiap bungkus ciki, setiap es lilin, setiap kue cubit membawa cerita kecil tentang masa ketika hidup terasa sederhana. Melestarikan jajanan-jajanan ini berarti menjaga kenangan kolektif yang membentuk karakter generasi 90-an.

Mungkin kita tak bisa kembali ke masa itu, tapi kita bisa mengenang dan menghidupkannya kembali lewat rasa.


Penutup: Cita Rasa Masa Lalu yang Tak Lekang Waktu

Jajanan anak sekolah tahun 90-an mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tak selalu datang dari hal besar. Kadang, cukup dari sebungkus ciki seratus rupiah, segelas es warna-warni, dan tawa bersama teman di bawah pohon sekolah.

Setiap gigitan adalah potongan waktu, setiap rasa adalah kenangan yang tak akan pudar. Karena bagi generasi 90-an, masa kecil adalah rasa — dan rasa itu ada di setiap jajanan sekolah yang sederhana tapi membahagiakan.

Jangan lupa membaca artikel viral lainya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *